Breaking News
recent

PACARAN USIA DINI?? (tugas softskill)

Udah lama ga nulis blog, sekalinya nulis tentang tugas kuliah. hehe.. Pada postingan kali ini, saya akan membahas mengenai pacaran usia dini. Oke langsung aja...: 

Istilah "Pacaran"  memang tidak asing lagi di telinga kita. Dari mulai anak-anak sampai kakek-nenek pasti pernah mendengar istilah pacaran. Namun ketika kita bicara mengenai pantas tidaknya seorang remaja pacaran diusia dini, menurut saya itu tidak pantas. Karena remaja merupakan masa-masa pembentukan karakter. Seorang remaja seharusnya menggunakan hari-harinya untuk belajar, bercengkrama dengan keluarga, bermain dengan teman-temannya, menggali potensi diri dengan ekstrakurikuler yang berguna bagi masa depannya nanti dan tentunya belajar mengenai agama agar semakin dekat dengan Allah SWT dan sebagai benteng diri dari hal-hal yang tidak baik. Seseorang yang telah pantas untuk "berpacaran atau sekedar berkencan", menurut saya tidak bisa diukur melalui umur melainkan melalui tingkat kedewasaan. Ketika seorang telah dewasa dan telah siap untuk berkomitmen, maka orang itu bisa memutuskan untuk "berpacaran". Namun, perlu diingat bahwa dalam islam tidak mengenal istilah pacaran, yang ada adalah ta'aruf . Ketika telah siap untuk berkomitmen, maka kita bisa melakukan ta'aruf dan jika kedua belah pihak telah sama-sama cocok maka akan berakhir ke pernikahan. Tapi sekali lagi, pacaran dan ta'aruf adalah kedua hal yang sangat berbeda. Hidup ini adalah pilihan. Yang jelas, bekomitmenlah ketika kita telah siap  bertanggung jawab dengan segala konsekuensinya.

Kedua orang tua kita adalah hadiah terindah yang diberikan Tuhan kepada kita. Apapun yang mereka lakukan kepada kita, itu semua dengan satu alasan yaitu: "Mereka selalu melakukan yang terbaik bagi anak-anaknya karena mereka sayang terhadap kita". Meskipun berkali-kali kita melakukan kesalahan, mereka selalu memaafkan dan mendoakan kita. Jadi ketika orangtua ikut campur dengan urusan pribadi kita, terutama tentang "cinta". Menurut saya, sebenarnya orang tua hanya ingin melindungi kita dari pengaruh-pengaruh yang tidak baik terutama dalam menyikapi cinta. Jadi, ketika orang tua menasihati kita maka dengarkanlah nasihat itu.Orang tua juga harus bisa merasakan apa yang anak rasakan, sehingga nasihat-nasihat tersebut tidak men"judge", menyalahkan, atau bahkan memaki-maki anak tersebut. Namun, berikanlah nasihat yang lembut layaknya seorang sahabat. Agar semua nasihat, bisa diterima dengan baik sehingga memberikan jalan keluar atas setiap masalah dan memberikan penyejukan hati, bukan malah membuat seorang anak makin tersudutkan dan membuat mentalnya makin terpuruk. Oh iya, terkadang orangtua lupa bahwa lakukanlah yang terbaik untuk kebahagiaan anak, bukan yang terbaik bagi kebahagiaan orangtua itu sendiri. Maka saling menghargai adalah kuncinya.

Kekerasan dalam pacaran sering terjadi di sekitar kita. Baik secara fisik maupun batin. Cinta itu sering membutakan mata kita, sehingga kita kadang tidak sadar bahwa apa yang telah dilakukan pasangan merupakan tindak kekerasan. Kekerasan seperti pemukulan, penganiayaan, bisa dengan cepat kita sadari bahwa kita sedang mengalami kekerasan dalam berhubungan. Namun, penghinaan, hak yang terampas akibat keegoisan pasangan, kata-kata kasar yang dilontarkan pasangan dll merupakan kekerasan mental.  Dan sebenarnya kekerasan mentallah yang terkadang kita memerlukan waktu untuk menyadarinya. Hal itu terjadi karena perasaan yang membutakan mata sehingga ketika semua tindakannya telah menjadi "keterlaluan" barulah ia menyadari bahwa sebenarnya ia telah mengalami kekerasan dalam berhubungan. Lalu apa sih yang harus kita lakukan untuk mengatasinya? Dengarkanlah hati nurani, berpikirlah dengan logika, dan ingatlah bahwa kita ga sendiri, Allah SWT selalu menjaga kita dimanapun dan kapan pun. Dan tak ada salahnya meminta nasihat orang terdekat sepertiorang tua, ulama, atau sahabat. Kuncinya: Doa, ikhtiar dan tawakal . Dekatkan diri kepada Allah lewat DOA, berusahalah atau lakukan sesuatu untuk menyelesaikannya karena semua masalah pasti ada solusinya dan ketika semuanya telah kita lakukan maka serahkan semuanya kepada Allah SWT. Namun, jika masalah tersebut merupakan masalah yang amat rumit dan besar sehingga memerlukan bantuan profesional. Menurut saya, tak ada salahnya datanglah ke psikolog sebagai wujud atas usaha kita. Utarakan semua masalah dan saya yakin psikolog dengan ilmu dan pengalamannya mampu membantu untuk mencari solusi.

Oke, sekian pembahasan mengenai pacaran usia dini. Maaf jika ada salah-salah kata. Setiap orang memiliki pandangannya sendiri-sendiri, dan inilah pandangan saya mengenai pacaran usia dini. Gimana pendapat kalian??


 "Hidup adalah pilihan,
 dan setiap pilihan memiliki konsekuensinya masing-masing" 

Sekian. Terima kasih. :)

--------------------------------------------------------------------------------------------
Nama :  Wardah Fauziyah
NPM  :  28210458
Kelas  :  3EB22
Unknown

Unknown

No comments:

Post a Comment

Translate

Wardah@mychocochips. Powered by Blogger.