Breaking News
recent

Curhatan Si Pendosa

Adakah yang lebih hina dari diri yang selalu membuat sedih ibunya?
Ya, mungkin inilah yang disebut anak durhaka.

Dalam lamunan panjang, aku pun bertanya
"Kenapa aku dilahirkan padahal akulah si pendosa?
Bukankah tanpaku, semua akan baik-baik saja?
Bukankah kehadirankulah yang membuat semua terasa sakit?
Perih? 
Bukankah mereka bahkan akan lebih bahagia jika tanpaku?"

Semua jawaban terasa samar,
Bahkan cenderung tiada sepatah katapun
Yang mampu menjawab semua tanya

Apa
Siapa
Bagaimana
Mengapa
Ini bisa terjadi

Pertanyaan yang terangkai sempurna
Bagai teka teki tanpa jawaban

Aku, si pendosa 
Yang dengan tega tanpa kata
Menyayat hati semua insan yang kukenal

Tanpa sepatah kata pun yang keluar
Namun sakitnya bahkan melebihi sayatan sebuah samurai

Semua terasa sepi
Hening
Namun menyakitkan

Duniaku,
Dalam kekacauan pikiran

Aku, 
Si pendosa..

Maaf pun rasanya sudah tak ampuh lagi mengobati luka
Seperti percuma
Bukankah semua telah terjadi?
Dan bukankah air mata itu telah terjatuh?

Ya, inilah aku
Si pendosa dalam keheningan
Penyesalan tanpa batas
Yang terdengar seperti "percuma"
Wardah F

Wardah F

No comments:

Post a Comment

Translate

Wardah@mychocochips. Powered by Blogger.