Thursday, November 22, 2012

Balanced Scorecard (Kartu Skor Berimbang)

Pengertian  Balanced Scorecard
Kartu skor berimbang (bahasa Inggris: balanced scorecard, BSC) adalah suatu konsep untuk mengukur apakah aktivitas-aktivitas operasional suatu perusahaan dalam skala yang lebih kecil sejalan dengan sasaran yang lebrih besar dalam hal visi dan strategi.

  
Konsep keseimbangan Balanced Scorecard   
  • 1. Keseimbangan antara indikator keberhasilan finansial dan non finansial.  
  • 2. Keseimbangan antara konstituen internal dan eksternal dari organisasi.  
  • 3. Keseimbangan antara indikator performa lag dan lead.  
   
Perspektif dalam Balanced Scorecard  
1. Perspektif Keuangan.
2. Perspektif Pelanggan.
3. Perspektif Proses Bisnis Internal.
4. Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan,

Keunggulan & Kelemahan BSC  
Mulyadi (2001) menjelaskan beberapa keunggulan Balanced Scorecard yaitu komprehensif, koheren, seimbang dan terukur.

Beberapa kelemahan yang dimiliki Balance Scorecard (Kurnianto, 2003:40) meliputi:
a. Hubungan antara pengukuran dan hasil non finansial yang relativ sedikit,
b. Tidak adanya mekanisme untuk melakukan perbaikan.
c. Pengukurannya tidak up-to-date..
d. Terlalu banyak kriteria pengukur.
e. Kesulitan dalam menetapkan trade-off antara pengukuran finansial dan non finansial.

Tujuan Balance Scorecard  
Balance Scorecard digunakan untuk menyeimbangkan usaha dan perhatian eksekutif kekinerja keuangan dan nonkeuangan, serta kinerja jangka pendek dan jangka panjang. (Mulyadi, 2001:1)

Manfaat Balance Scorecard  
Pada tahap perkembangannya yang terkini, Balance Scorecard dimanfaatkan untuk setiap tahap sistem manajemen strategi, sejak tahap perumusan strategi sampai dengan tahap implementasi dan pemantauan. (Mulyadi, 2001:15)

Penentuan Scorecard
Hendrick (2004) menunjukkan kendala penerapan BSC (1) sedikit pemeriksaan tentang faktor yang berkaitan dengan pengadopsian BSC, dan (2) masih dibutuhkan keyakinan bahwa dengan pengadopsian BSC akan berdampak kepada kinerja keuangan. Selanjutnya melaporkan bahwa kunci daripada penerapan BSC adalah :
a. Keterlibatan kepemimpinan senior
b. Mengartikulasi visi dan strategi perusahaan
c. Mengidentifikasi kategori kinerja yang menghubungkan visi dan strategi terhadap hasil
d. Terjemahkan papan nilai kepada tim, devisi, dan tingkatan fungsi
e. Kembangkan pengukuran yang efektif dan standar yang berarti (jangka pendek dan panjang, memimpin, dan tertinggal)
f. Kenakan penganggaran yang tepat, Teknologi Informasi, Komunikasi , dan sistem imbal jasa
g. Melihat BSC sebagai proses kontinius, membutuhkan perbaikan, penilaian ulang, dan pemutakhiran, dan ;
h. Percaya bahwa BSC sebagai fasilitator perubahan kultur dan organisasi.

Implementasi Scorecard  
Implementasi BSC pada awalnya merupakan papan nilai yang dinilai seimbang antar berbagai perspektif untuk menentukan keberhasilan satu organisasi ataupun perusahaan. Dalam BSC sangat dinyatakan bahwa rancangan strategi implementasi mutlak dilaksanakan. Hal ini merupakan koreksi terhadap keleamahan strategi pada umumnya.

Balanced Scorecard sebagai sistem manajemen stratejik
Secara tradisional, perusahaan menggunakan budget sebagai pusat dari pengukuran kinerja perusahaan.
Niven (2002) menuliskan bahwa BSC dapat mengatasi hambatan-hambatan sebagai berikut:
1. Vision Barrier,
2. People Barrier,
3. Management Barrier, 
4. Resource Barrier,

Proses Manajemen
 4 proses manajemen, yaitu:
1. Translating the vision, communicating and linking,
2. Business Planning,
3. Feedback and learning,

Kaplan & Norton (Using the Balanced Scorecard as a Strategic Management System, 1996) menyatakan bahwa langkah-langkah pembentukan balanced scorecard sebagai sistem manajemen stratejik adalah sebagai berikut:
1. Clarify the vision,
2. Komunikasikan strategi pada manager tingkat menengah, .
3. Eliminasi investasi yang tidak strategis,
4. Eksekutif pada korporat mereview scorecard yang dibuat masing-masing unit bisnis.
5. Refine the vision.
6. Mengkomunikasikan balanced scorecard kepada seluruh pihak di perusahan.
7. Meng-update rencana jangka panjang dan budget.
8. Lakukan review secara bulanan dan kuartalan.
9. Lakukan stratejik review secara tahunan.
10. Kaitkan kinerja setiap orang dengan balanced scorecard.

=================

Sumber:
  1. - Mulyadi (1999), Sistem Perencanaan dan Pengendalian Manajemen : Sistem Pelipatganda Kinerja Perusahaan,
  2. -  http://elibrary.ub.ac.id/bitstream/123456789/20247/1/Implementasi-Balance-Scorecard-untuk-mengukur-kinerja-pada-perusahaan-daerah-air-minum-Kabupaten-Pasuruan..pdf
  3. - http://atchun.multiply.com/journal/item/9 
  4. - http://loxet.blogspot.com/2011/09/balance-scorecard-bsc.html

  

0 comments:

Post a Comment

Search

Loading...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More